Berita

Sultan Paser 18 Resmi Nahkodai AAMECC Indonesia, Targetkan Kerja Sama Global Berdampak ke Daerah

59
×

Sultan Paser 18 Resmi Nahkodai AAMECC Indonesia, Targetkan Kerja Sama Global Berdampak ke Daerah

Sebarkan artikel ini
file 00000000b7ec8206ad4b47b74c0a44da

TopNewsPlus, Jakarta.- Africa Asia Middle East Chambers of Commerce (AAMECC) Indonesia memasuki fase baru setelah Dr. M.H. Andrian, ST., MBA, yang dikenal sebagai KING OF NUSANTARA SULTAN PASER 18, resmi dilantik sebagai President AAMECC Indonesia.

Pelantikan berlangsung di VERDANT Grand Ballroom, ARTOTEL Living World Kota Wisata Cibubur, Jakarta, Selasa (18/8/2026).Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari forum bisnis internasional bertajuk “Global Synergy of Local Wisdom for a Golden Indonesia: Harmony Indonesia”.

Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan deklarasi AAMECC Indonesia yang memperkenalkan gagasan Harmony Indonesia 1881 sebagai semangat baru dalam membangun koneksi Indonesia dengan dunia internasional.

Konsep Harmony Indonesia 1881 membawa pesan bahwa keterlibatan Indonesia dalam pergaulan global perlu tetap berpijak pada identitas bangsa. Sejarah diplomasi, budaya, dan kekayaan kearifan lokal dipandang dapat menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi maupun sosial-budaya.

Dr. M.H. Andrian mengatakan AAMECC Indonesia ingin mendorong hubungan internasional yang menghasilkan manfaat konkret. Ia menempatkan ekonomi, pangan, dan energi sebagai tiga bidang utama yang akan menjadi perhatian organisasi dalam memperluas jejaring kemitraan.“Forum ini adalah bukti bhakti karya kami untuk bangsa. Melalui Trilogi Perjuangan AAMECC di bidang Ekonomi, Pangan, dan Energi, kami ingin memastikan sinergi global tidak melupakan kearifan lokal,” kata Dr. M.H. Andrian.

Menurutnya, jaringan kerja sama internasional harus mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku usaha di Indonesia. Karena itu, AAMECC Indonesia berupaya mempertemukan investor dan mitra bisnis mancanegara dengan pengusaha lokal, UMKM, koperasi, petani, serta pemerintah daerah.Forum tersebut turut dihadiri delegasi dan pelaku usaha dari China, Kenya, Mauritius, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Kamboja.

Pertemuan lintas negara itu menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi Indonesia sekaligus membuka peluang terbentuknya kemitraan baru.AAMECC Indonesia juga membawa tiga sasaran utama dalam agenda kerjanya, yakni memperluas pertumbuhan ekonomi hingga ke daerah, mengembangkan kolaborasi pada sektor-sektor prioritas, serta mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Kerja sama yang dibangun diarahkan agar tidak hanya menghasilkan hubungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat.

Pelaksanaan forum bertepatan dengan momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Situasi tersebut menjadi latar penting bagi AAMECC Indonesia untuk menyampaikan gagasan mengenai penguatan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam perekonomian dunia, bukan sekadar sebagai pasar bagi produk dan investasi asing.

Sejumlah program lanjutan telah dipersiapkan sebagai tindak lanjut deklarasi dan pelantikan. AAMECC Indonesia merencanakan Forum Bisnis Berbasis Kearifan Lokal di Maluku bersama Pemerintah Provinsi Maluku serta Forum Bisnis dan Investasi di Bali yang ditargetkan menghadirkan 101 pengusaha dari Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Di bidang pertanian, organisasi tersebut juga menyiapkan program AAMECC Smart Farming. Program ini ditujukan untuk mendukung penguatan sektor pertanian, meningkatkan pemberdayaan petani, dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya President Global AAMECC Mr. G. Peter Mutinda, perwakilan Ketua DPD RI Dr. Sri Sundari, SH., MM., perwakilan Menteri Kebudayaan RI Undri, S.S., M.Si., Drs. Amich Alhumami, M.A., M.Ed., Ph.D. dari Dewan Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Kardwiyana Ukar, S.H., LL.M., Deputi POLHUKAM Setduk Kabinet RI, perwakilan Gubernur Maluku Umar Alhabsy, S.Sos., M.Si., serta Dede A. Rachim.

Selain kalangan pemerintah dan dunia usaha, forum juga dihadiri para raja, sultan, datu, penglingsir, tokoh adat, budayawan, tokoh agama, tokoh pemuda, pelaku UMKM, koperasi, dan organisasi profesi. Peserta turut menggelar doa bersama bagi korban gempa tektonik yang dilaporkan terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, AAMECC Indonesia diharapkan mampu memperlebar akses potensi ekonomi Indonesia ke kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Gagasan Harmony Indonesia 1881 menjadi pijakan untuk membangun kerja sama global yang tetap menghargai akar budaya sekaligus diarahkan pada terciptanya manfaat ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *