BeritaEkonomi Dan Bisnis

Aquazone Indonesia Optimistis Industri Ikan Hias Nasional Mendunia Lewat Sistem Zero Waste

×

Aquazone Indonesia Optimistis Industri Ikan Hias Nasional Mendunia Lewat Sistem Zero Waste

Sebarkan artikel ini

TOPNEWSPLUS.COM, ICE BSD City, Tangerang – Pameran Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 resmi dibuka pada Jumat (12/6) di Hall 7, 8, 9, dan 10 ICE BSD City, Tangerang. Pameran yang berlangsung hingga 14 Juni 2026 ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, pelaku usaha, akademisi, penghobi, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap sektor ikan hias, hewan peliharaan, dan hortikultura.

Mengusung tema “Richness in Diversity”, Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 menghadirkan beragam inovasi, teknologi, produk unggulan, serta peluang bisnis terbaru dari industri pet, aquatik, dan hortikultura. Berbagai kegiatan edukasi, kompetisi, business matching, hingga pameran produk unggulan dari dalam dan luar negeri turut meramaikan agenda tahunan yang menjadi salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Salah satu peserta yang menjadi perhatian pengunjung di Hall 9–10 adalah Aquazone Indonesia, perusahaan eksportir ikan hias air tawar yang telah dikenal luas di pasar internasional. Perusahaan yang didirikan oleh Hartono Kintadjaja ini kembali hadir dalam Nusatic 2026 untuk menunjukkan potensi besar industri ikan hias Indonesia kepada dunia.

Dalam wawancara dengan awak media di booth Aquazone Indonesia, Hartono Kintadjaja mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam Nusatic merupakan bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan industri ikan hias nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

“Kami sudah beberapa kali mengikuti Nusatic dan setiap tahun selalu berusaha hadir. Tujuannya sederhana, yaitu mendukung perkembangan industri ikan hias Indonesia dan terus menggaungkan potensi luar biasa yang dimiliki sektor ini kepada masyarakat maupun pasar internasional,” ujar Hartono.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas ikan hias yang sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, berbagai ajang seperti Nusatic memiliki peran penting dalam mempertemukan pelaku usaha, penghobi, breeder, eksportir, hingga calon investor dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Sebagai salah satu eksportir ikan hias terbesar di Indonesia, Aquazone Indonesia saat ini mengelola lebih dari 2.500 akuarium aktif dan telah mengekspor berbagai jenis ikan hias air tawar ke lebih dari 50 negara di dunia. Jaringan pasar internasional tersebut mencakup berbagai kawasan seperti Asia, Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Australia.

“Kami bersyukur produk ikan hias Indonesia mendapat apresiasi yang sangat baik di pasar internasional. Saat ini Aquazone telah melayani pengiriman ke lebih dari 50 negara dan terus berupaya memperluas pasar ekspor baru untuk produk-produk ikan hias Indonesia,” jelasnya.

Pada Nusatic 2026, Aquazone Indonesia menampilkan berbagai koleksi ikan hias unggulan yang selama ini menjadi favorit pasar ekspor. Selain memperkenalkan berbagai spesies ikan hias berkualitas premium, perusahaan juga memamerkan sistem budidaya modern yang dikembangkan secara berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang menjadi fokus utama Aquazone tahun ini adalah penerapan sistem budidaya berbasis Zero Waste atau tanpa limbah. Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan kegiatan budidaya yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Menurut Hartono, konsep Zero Waste menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan industri ikan hias dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Kami terus mengembangkan sistem budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Salah satu fokus kami adalah penerapan konsep Zero Waste, sehingga proses budidaya dapat berjalan secara optimal dengan meminimalkan limbah dan memanfaatkan sumber daya secara lebih efektif,” katanya.

Selain menampilkan berbagai koleksi ikan hias dan teknologi budidaya, Aquazone juga memanfaatkan Nusatic sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai peluang usaha di sektor ikan hias. Menurut Hartono, industri ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah karena modal yang relatif fleksibel dan pasar yang terus berkembang.

“Industri ikan hias bukan hanya milik perusahaan besar. Justru sektor ini membuka peluang yang sangat luas bagi masyarakat, mulai dari skala rumahan, UMKM, hingga perusahaan besar. Ini adalah industri yang mampu menciptakan lapangan kerja dan sumber penghasilan bagi banyak orang,” ujarnya.

Hartono menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap industri ikan hias perlu terus ditingkatkan mengingat kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional semakin besar dari tahun ke tahun. Selain menghasilkan devisa melalui ekspor, industri ikan hias juga melibatkan ribuan pelaku usaha, pembudidaya, hingga komunitas penghobi di seluruh Indonesia.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih kuat melalui kebijakan yang mendukung ekspor, pengembangan budidaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta promosi produk ikan hias Indonesia di pasar global.

“Kami berharap pemerintah terus mendukung industri ikan hias Indonesia. Potensi sektor ini sangat besar dan bisa menjadi salah satu kebanggaan Indonesia di tingkat dunia. Dengan dukungan yang tepat, industri ini mampu tumbuh lebih cepat dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Hartono juga mengapresiasi penyelenggaraan Nusatic yang secara konsisten menjadi wadah promosi bagi industri ikan hias nasional. Menurutnya, keberadaan pameran seperti Nusatic sangat penting untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu forum yang produktif.

“Kami berharap Nusatic terus diselenggarakan setiap tahun. Event seperti ini sangat penting karena menjadi tempat bertemunya komunitas, pelaku usaha, eksportir, breeder, hingga masyarakat umum. Ini adalah ajang yang membanggakan bagi industri ikan hias Indonesia dan harus terus didukung,” ujarnya.

Di tengah semakin ketatnya persaingan global, Hartono optimistis bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan ikan hias dunia. Kekayaan spesies lokal, kemampuan budidaya yang terus berkembang, serta dukungan komunitas yang kuat menjadi modal utama bagi kemajuan industri ini.

Kehadiran Aquazone Indonesia di Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 menjadi bukti bahwa industri ikan hias nasional terus bergerak maju dengan mengedepankan inovasi, keberlanjutan, dan orientasi pasar global. Melalui pengembangan budidaya modern berbasis Zero Waste serta ekspansi pasar internasional yang berkelanjutan, Aquazone optimistis ikan hias Indonesia akan semakin dikenal dan diminati di berbagai negara.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, industri ikan hias Indonesia diyakini mampu menjadi salah satu sektor unggulan yang memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *