BeritaEkonomi Dan Bisnis

Batik Kabupaten Puncak Tampil di Kriyanusa 2026, Angkat Identitas Budaya Papua Tengah

88
×

Batik Kabupaten Puncak Tampil di Kriyanusa 2026, Angkat Identitas Budaya Papua Tengah

Sebarkan artikel ini

TOPNEWSPLUS.COM, JAKARTA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, memperkenalkan produk batik daerah dalam ajang Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Hall A Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 26–30 September 2026.

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Puncak menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kerajinan dan produk UMKM daerah kepada pasar yang lebih luas. Berbagai produk unggulan ditampilkan dengan mengedepankan kekayaan alam dan budaya Tanah Papua.

Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Puncak, Beatrix Manggo, mengatakan Kriyanusa 2026 merupakan pameran nasional pertama yang diikuti pihaknya setelah Dekranasda Kabupaten Puncak mulai aktif sekitar sembilan bulan terakhir.

“Ini merupakan pameran pertama yang kami ikuti. Kami masih banyak belajar, terutama bagaimana menampilkan produk unggulan Kabupaten Puncak agar dapat dikenal lebih luas,” ujar Beatrix saat ditemui awak media di booth Dekranasda Kabupaten Puncak.

Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah batik khas Kabupaten Puncak. Dalam pameran tersebut, Dekranasda membawa lebih dari 220 potong batik yang telah dijahit dan siap digunakan.

Selain pakaian jadi, sekitar 40 lembar kain batik juga dibawa sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen dan kerajinan.

Menurut Beatrix, kehadiran produk batik tersebut menunjukkan bahwa potensi kerajinan dari Papua Tengah dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan pasar modern.

“Kami ingin produk yang kami tampilkan tetap membawa identitas Papua, tetapi juga bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, termasuk acara resmi maupun kegiatan lainnya,” jelasnya.

Selain batik, booth Kabupaten Puncak juga menampilkan noken, tas berbahan kulit, pakaian kulit kayu, aksesori, pakaian adat pria pegunungan, tempat tisu, sarung, dan bantal berbahan kain batik.

Beatrix berharap keikutsertaan dalam Kriyanusa 2026 dapat membuka peluang pemasaran sekaligus memperluas jaringan kerja sama bagi pelaku UMKM Kabupaten Puncak.

“Kami berharap nama Kabupaten Puncak semakin dikenal melalui produk lokal yang kami bawa dan produk-produk ini dapat bersaing dengan kerajinan dari daerah lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *